Puasa Ternyata Menyehatkan Organ Vital Pria dan Alat Reproduksi Wanita

Berpuasa pada dasarnya bukan hanya menahan rasa lapar dan haus sepanjang hari, tetapi berpuasa ternyata lebih dari itu. Berpuasa juga harus menjaga emosi dan berbagai hawa nafsu, khususnya hawa nafsu seksual yang banyak muncul bagi mereka yang sudah dewasa. Para Ahli kesehatan sendiri menyebutkan jika dengan berpuasa, pria ternyata juga bisa mengalami dampak positif pada kesehatan organ vitalnya. Seperti apakah manfaat berpuasa bagi organ vital pria?

Para ahli kesehatan menyebutkan jika berpuasa akan membuat sirkulasi darah pada tubuh menjadi lebih lancar. Hal ini berarti, berpuasa bisa berimbas positif berupa kemampuan ereksi organ vital pria yang akan menjadi semakin baik. Dengan berpuasa, kita akan membuat kadar kolesterol jahat dan baik bisa menjadi semakin berimbang sehingga di dalam pembuluh darah akan semakin sedikit hambatannya dan sirkulasi darah pun menjadi semakin lancar dan itu sangat membantu dalam proses spermatogenesis, sebuah proses yang membentuk sel spermatozoa yang berarti memaksimalkan produksi sperma yang berkualitas. Selain itu kadar hormon testosteron pada pria juga akan tetap terjaga dengan baik.

Berpuasa akan memberikan dampak positif berupa semakin bersihnya organ hati dan membersihkan aliran darah. Hal ini ternyata bisa berimbas positif bagi mereka yang sedang melakukan program bayi tabung. Karena berpuasa mampu membantu program pembuangan racun di dalam tubuh, maka hormon-hormon di dalam tubuh pun mencapai kadar yang seimbang dan pada akhirnya membantu peningkatan persentase keberhasilan program bayi tabung.

Sedangkan pada alat reproduksi wanita, puasa ternyata memiliki hubungan atau pengaruh juga untuk tingkat kesuburan reproduksinya. Penelitian tersebut dilakukan oleh para ahli dan menghasilkan temuan bahwa ada beberapa perempuan yang mengalami penurunan hormone pralaktin pada saat melaksanakan puasa.

Pada suatu penelitian yang dilakukan oleh ahli, hormon wanita tidak mengalami gangguan pada hormon virgisteronnya saat melaksanakan puasa. Tetapi, dari 80% populasi dalam penelitian ini menunjukan adanya perubahan pada penurunan hormone prolaktin, di mana ada harapan baru untuk para penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan oleh peningkatan hormone pralaktin ini. Sampai pada saat puasa, wanita tersebut akan terus berpeluang besar untuk memiliki kondisi subur.

Penelitian yang dilakukan Jonathan Tilly dan rekan-rekan dari Harvard Medical School yang bekerja sama dengan Massachusetts General Hospital (MGH) melalui dua ekor tikus betina dewasa. Selama tujuh bulan, salah satu tikus itu diberi makanan sebanyak-banyaknya, sementara kelompok lainnya dibatasi asupannya.

Hasilnya, tikus yang memperoleh makanan banyak justru mengalami penurunan jumlah sel telur. Sedangkan kelompok satunya terlihat sehat di alat reproduksinya.

Selain tikus, para peneliti juga mencobakan metode ini pada monyet betina, Kesimpulannya, saat wanita menjalani puasa, tubuhnya justru bakal memproduksi jumlah sel telur lebih banyak, kadar gula dalam darah juga menurun.

Otomatis, kondisi ini akan mempengaruhi hormon reproduksi sehingga melancarkan siklus menstruasi dan produksi sel telur. Selain itu, dengan mengurangi asupan kalori, umur reproduksi juga makin panjang.

Untuk menambah kesuburan, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan berikut ini saat berbuka dan sahur. Sebut saja, ikan yang mengandung zat merkuri tinggi seperti tuna, makarel, hiu, ikan kalengan dan sushi tuna mentah.

Sebaiknya jangan mengonsumsi kafein (kopi dan teh). Minuman-minuman ini meningkatkan risiko keguguran bagi wanita yang sedang hamil.