14
Jul

Daftar 14 Rumah Sakit dan 8 Bidan Pengguna Vaksin Palsu

Vaksin Palsu

Kabar yang sangat mengejutkan dari dunia kesehatan, tentang beredarnya vaksin palsu. Bahkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek memberikan keterangan serta menyebutkan 14 rumah sakit dan 8 bidan yang menggunakan vaksin palsu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR-RI, turut hadir perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Satgas Vaksin Palsu, dan Bareskrim Mabes Polri..

Sungguh tidak disangka vaksin palsu sudah beredar selama 13 tahun, tepatnya ejak tahun 2003 yang lalu. sudah berapa ribu bahkan berapa ratus ribu anak anak yang sudah menjadi korban. dan Inilah daftar nama rumah sakit terkait vaksin palsu :

  1. RS. dr Sander Cikarang
  2. Bhakti Husada (Terminal Cikarang)
  3. Sentral Medika (Jln. Industri Pasir Gombong)
  4. RSIA Puspa Husada
  5. Karya Medika (Tambun)
  6. Kartika Husada (Jln. MT Haryono, Bekasi)
  7. Sayang Bunda (Pondok Ungu, Bekasi)
  8. Multazam Bekasi
  9. Permata (Bekasi)
  10. RSIA Gizar (Villa Mutiara Cikarang)
  11. Harapan Bunda (Kramat Jati, Jakarta Timur)
  12. Elisabeth (Narogong, Bekasi)
  13. Hosana Lippo Cikarang
  14. Hosana Bekasi (Jln. Pramuka).

Sementara itu, inilah daftar 8 bidan yang terindikasi menggunakan vaksin ini:

  1. Bidan Lia (Cikarang)
  2. Bidan Lilik (Perum Graha Melati Tambun)
  3. Bidan Klinik Tabina (Perum Sukaraya, Sukatani Cikarang)
  4. Bidan Iis (Perum Seroja Bekasi)
  5. Klinik Dafa DR (Baginda Cikarang)
  6. Bidan Mega (Puri Cikarang Makmur Sukaresmi)
  7. Bidan M. Elly Novita (Ciracas, Jakarta Timur)
  8. Klinik dr Ade Kurniawan (Rawa Belong, Slipi Jakarta Barat).

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta pemerintah agar bersikap tegas dan memberikan sanksi terberat bagi para pihak yang terlibat menyebarkan vaksin palsu.

Semua yang terlibat harus diberikan hukuman berat, baik itu pegawai negeri, honorer, atau dari pihak rumah sakit swasta sekali pun,” ujar Tulus saat dihubungi di Jakarta.

Apabila pihak manajeman rumah sakit terbukti terlibat dalam pemalsuan, penggunaan, atau pendistribusiannya maka harus diproses secara pidana maupun perdata. Tim Satgas Vaksin Palsu dari Kementerian Kesehatan dan Bareskrim Polri mendatangi Klinik Bidan Elly Novita di Ciracas, Jakarta Timur. Klinik tersebut diketahui sejak 2014 lalu menjual vaksin oplosan alias palsu.

Menkes Nila F Moeloek yang datang ditemani Kabreskrim Komjen Ari Dono, meminta keterangan dari beberapa orangtua mantan pasien imunisasi yang pernah divaksin di tempat itu. Menkes diketahui juga secara langsung meminta keterangan dari bidan yang bersangkutan.

Menurut Nila, alasan Klinik Bidan Elly menjual vaksin palsu dikarenakan tergiur dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Ketimbang menjual vaksin resmi dari pemerintah yang didistribusikan secara gratis dari PT Biofarma.

Berdasarkan perhitungan, vaksin impor yang dipalsukan dihargai Rp 350 ribu untuk sekali suntik. Ada pula untuk balita yang mau divaksin sebulan dua kali, dapat membayar langsung seharga Rp 650 ribu. Sementara, vaksin resmi dari pemerintah diberikan secara cuma-cuma.